Bagaimana Proses Pembekuan Darah Dapat Terjadi?

Setiap orang pastinya pernah merasakan luka atau pun cedera, bukan? Ketika sedang terluka atau cedera, pembuluh darah akan mengalami kerusakan dan mengakibatkan perdarahan. Agar dapat menghentikan perdarahan, tubuh secara otomatis akan mengaktifkan berbagai proses pembekuan darah yang nantinya dapat menyembuhkan luka selama beberapa hari atau minggu.

Dalam istilah kedokteran, mekanisme tubuh dalam proses penghentian perdarahan disebut sebagai hemostasis. Pada mekanisme tersebut, terdapat beberapa fase penting yang terjadi di tubuh saat kita mengalami luka atau cedera. Dari fase penting tersebut, fase pembekuan darah atau dikenal sebagai koagulasi termasuk proses yang lebih kompleks.

Kenapa dikenal sebagai proses yang kompleks? Karena pada fase tersebut, darah akan menggumpal atau membeku agar menutup sekaligus menyembuhkan luka dan menghentikan pendarahan pada luka yang sedang dialami.

Berbagai Proses Terjadi Saat Pembekuan Darah

Perlu Anda ketahui, proses pembekuan darah yang masih termasuk normal harus melewati jalur interaksi yang cukup kompleks. Berbagai proses yang terjadi yaitu seperti akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Trombosit membentuk sumbatan

Dalam tubuh terdapat trombosit yang akan aktif jika pembuluh darah mengalami kerusakan atau orang tersebut sedang terluka. Trombosit akan menempel di bagian daerah yang sedang terluka dan saling bekerja sama membentuk sumbatan.

Sumbatan tersebut terbentuk agar dapat menutup daerah yang rusak, dengan begitu darah tidak lagi keluar. Tidak hanya itu, trombosit juga nantinya akan secara otomatis melepaskan zat kimia agar mudah menarik trombosit lebih banyak lagi dan akan melanjutkan proses pembekuan darah berikutnya.

  1. Pembentukan bekuan darah

Setelah proses di atas selesai, faktor pembekuan juga akan otomatis mengirimkan sinyal ke bagian yang lainnya. Reaksi tersebut dikenal dengan sebutan kaskade koagulasi. Di tahap akhir fase ini, faktor koagulasi dalam istilah kedokterannya disebut sebagai trombin akan memberikan perubahan pada fibrinogen menjadi fibrin.

Fibrin yang terbentuk nantinya akan menempel pada trombosit sehingga akan terbentuklah jaring-jaring yang dapat menangkap banyak lagi sel serta trombosit. Bekuan yang sebelumnya sempat terjadi akan menjadi lebih kuat dan tahan lama.

  1. Penghentian proses pembekuan darah

Ketika bekuan darahnya sudah semakin terbentuk sempurna dan perdarahan semakin terkendali, protein lainnya secara otomatis juga akan menghentikan faktor pembekuan. Penghentian tersebut perlu dilakukan agar pembentukan gumpalan tidak lagi terjadi dan masih dalam kadar yang normal.

  1. Tubuh membuang sumbatan

Jika jaringan kulit yang mengalami luka mulai sembuh, nantinya sumbatan yang sebelumnya terjadi tidak diperlukan lagi. Semua helai-helai fibrin akan perlahan-lahan hancur dengan sendirinya. Setelah itu, darah secara otomatis akan mengambil langsung trombosit serta sel-selnya dari fase bekuan darah.

Meskipun proses pembekuan darah merupakan proses penyembuhan luka, tetap saja Anda perlu mewaspadainya. Jika Anda sering mimisan atau mengalami lebam pada persendian, mungkin pembekuan darah Anda sedang mengalami gangguan. Segera konsultasi dengan dokter kalau Anda mulai mengalami gejala-gejala tersebut.