Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Buku Primbon Kepercayaan Jawa

Sultan Hamengku Buwono pernah membuat sebuah buku ramalan yang membedah mengenai watak manusia. Buku tersebut dinamakan Kitab Betaljemur Adammakna dan sudah ditulis ulang oleh Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat, kemudian menjadi populer sampai naik cetak berkali-kali. Dalam kitab tersebut, bukan hanya sifat individu manusia yang diungkap melalui hari lahir, tetapi juga membahas tentang perjodohan. Salah satunya adalah cara menghitung weton jodoh calon pasangan pengantin, apakah mereka akan serasi di masa depan atau tertimpa hal buruk.

Menghitung Weton Jodoh Calon Pasangan Pengantin

Ada tujuh pembagian yang diungkap dari ketemunya weton jodoh calon pengantin. Tujuh pembagian tersebut antara lain adalah:

  1. Wasesasegara, yang berarti memiliki budi yang besar, kaya serta berwibawa besar.
  1. Tunggaksemi, yang berarti memiliki sedikit rezeki.
  1. Satriya wibawa, yang berarti mendapat kemulyaan serta keluhuraan yang tinggi. Berarti kemungkinan akan memiliki posisi yang bagus di masyarakat atau bahkan dalam pekerjaan.
  1. Sumur sinaba, yang berarti banyak orang datang berguru. Kemungkinan artinya banyak orang yang butuh bimbingan Anda.
  1. Satriya wirang, yang berarti sering sekali susah, malu karena kelakuan sendiri, selalu terkena fitnah. Siapa pun tidak akan suka dengan arti yang ini, sehingga disarankan untuk memotong ayam ketika ijab kabul untuk menolak bala.
  1. Bumikepetak, yang berarti kuat dalam bekerja, hati gelap, serta tahan menghadapi ujian. Kemungkinan akan ada cobaan yang datang tetapi Anda tetap kuat menjalaninya. Jika mendapat angka ini disarankan untuk mengubur tanah ketika akan melakukan ijab kabul.
  1. Lebu ketiup angin, yang berarti seseorang yang sering berpindah, selalu mendapatkan kesusahan, dan cita-citanya tidak tercapai.

Setelah mengetahui 7 kemungkinan tersebut, mari menghitung weton jodoh dari hari Anda dilahirkan. Keterangannya: minggu(5), senin(4), selasa(3), rabu(7), kamis(8), jumat(6), sabtu(9). Kemudian untuk hari pasaran adalah legi(5), pahing(9), pon(7), wage(4), dan kliwon(8).

Dari keterangan angka tersebut, bisa diambil contoh. Misal Anda kelahiran rabu pahing, sedangkan pasangan Anda senin wage. Maka, rabu = 7, pahing = 9, neptu Anda adalah 7+9 = 16. Pasangan Anda, senin = 4, wage = 4, neptu pasangan Anda adalah 4+4= 8. Maka, 16 + 8 = 24. Jika dibagi 10, sisanya 4. Berarti Anda dan pasangan adalah Sumur Sinaba.

Bagaimana? Mudah bukan cara menghitung weton jodoh ini?