Epilepsi Pada Anak

Epilepsi pada dasarnya adalah gangguan pada otak yang bisa terjadi pada siapa saja, namun umumnya memang menyerang anak-anak. Epilepsi pada anak memang sudah terlihat sejak bayi, kondisi ini sering kali disebut sebagai ‘ayan’. Terjadi karena terdapat gangguan pada sistem saraf pusat atau aktivitas sel yang ada pada otak anak. Hal ini akan menyebabkan mereka menjadi kejang bahkan juga kehilangan kesadaran sementara. Jika seandainya tidak segera diobati tentunya hal ini juga akan menganggu kemampuan belajar buah hati tersebut, juga mengganggu perkembangannya.

Jangan biarkan kondisi tersebut berlangsung secara berkepanjangan, ada baiknya bagi Anda untuk segera melakukan langkah pertolongan saat buah hati sudah merasakan gejalanya, seperti diantaranya adalah kejang-kejang, diantara pertolongan yang dapat dilakukan adalah dengan:

  1. Memastikan bahwa mereka dalam keadaan yang aman, seperti diantaranya adalah posisi buah hati, pastinya tidak beresiko nantinya membuat mereka jatuh ataupun sejenisnya. Namun yang paling utama sebelum memberikan pertolongan adalah dengan menenangkan diri Anda sendiri terlebih dahulu.
  2. Menjauhkan benda-benda keras dan juga tajam yang ada di sekitar mereka ketika tengah mengalami kejang. Hal ini ditujukan agar nantinya benda-benda tersebut tidak akan membahayakan buah hati, seperti diantaranya adalah menusuk atau bahkan menggores mereka.
  3. Baringkan tubuh buah hati Anda ke kanan dan juga ke arah kiri, pergantian posisi ini dilakukan agar nantinya cairan yang ada di dalam mulut mereka bisa keluar, tidak masuk kedalam tubuh apalagi sampai menyebabkan buah hati Anda tersebut tersedak nantinya. Pastikan juga jangan memasukkan benda apapun kedalam mulut buah hati yang nantinya bisa menghambat jalannya pernapasan mereka.
  4. Ketika sedang kejang ataupun setelah kejang tersebut berangsur agak membaik, maka orang tua juga harus memantau, apakah mereka dapat bernapas dengan baik ataukah tidak. Akan jauh lebih baik jika seandainya Anda berinisiatif untuk membawa mereka ke rumah sakit terdekat atau IGD untuk segera mendapatkan pertolongan lanjutan.
  5. Pada saat kejang ataupun setelah kejang tersebut berakhir mungkin buah hati akan mengalami ketakutan terdapat kondisinya sendiri, ada baiknya untuk menenangkan mereka. Katakan bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
  6. Biarkan si kecil beristirahat, jangan memberikan obat tambahan kepada mereka, kecuali memang sudah diresepkan oleh dokter.

Ketika buah hati memang memiliki penyakit semacam ini atau epilepsi, maka ada baiknya bagi para orang tua untuk selalu sedia obat-obatan guna menenangkan kondisinya tersebut, di apotek sendiri ada beberapa jenis obat yang dijual untuk epilepsi yang nantinya bisa Anda beli, diantaranya adalah:

  1. Valproate.
  2. Phenytoin.
  3. Carbamazepine.
  4. Topiramate.
  5. Valproic acid.
  6. Gabapentin.
  7. Zonisamide.

Hanya saja pemakaiannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan, harus berdasarkan resep dari dokter untuk lebih amannya. Karena memang obat-obatan tersebut juga memiliki beberapa macam efek samping, seperti diantaranya adalah mual, pusing, ruam, gangguan koordinasi pada tubuh sampai dengan membuat penglihatan mengganda. Karena pada dasarnya tipe atau jenis-jenis epilepsi pada anak ini berbeda-beda, maka tidak boleh sembarangan di dalam memberikan obatnya. Jika seandainya buah hati sudah memasuki bangku sekolah maka sangat mungkin nantinya epilepsi tersebut kambuh dimana-mana, maka ada baiknya bagi Anda untuk memberi tahu cara pakai dari obat tersebut, sehingga mereka dapat meminumnya tepat waktu agar tidak sampai kambuh.